Well, inspirasi dan motivasi bisa datang dari siapa saja,
kapan saja dan dimana saja. Sama halnya dengan jodoh yang dirahasiakan tuhan,
inspirasi dan jodoh bagaikan teka-teki kehidupan, gue tahu sih ini lebay, so?
Buat lu yang sudah berusia lebih dari
seperempat abad a.k.a 25 tahun , dan masih tetap menjomblo sejak lu lahir ke dunia ini, akan setuju
betapa rumitnya dan susahnya rahasia tuhan yang satu ini untuk dipecahkan.
Lu akan tahu setelah lu merasakan apa yang
gue rasakan, betapa sewotnya lu ketika lu ngga sengaja berpas-pasan dengan anak
SMP yang lagi gandengan tangan dan memandang lu dengan pandangan penuh nista.
Rasanya gue mau ngacak2 seluruh isi mall lalu gue kubur mereka berdua di lantai
paling dasar, atau bahkan bila perlu gue bor bumi lalu simpan mereka di kerak
bumi.
Seseorang pernah bilang, bahwa gue memiliki bakat menulis
yang selama ini, tanpa gue sadar gue abaikan begitu saja. Ya, walau gue tahu
sih, gue sudah mulai memiliki ketertarikan dalam dunia tulis menulis semenjak
gue SMP. Saat itu buku pertama yang bikin gue jatuh cinta pada seni kata ini
adalah, novel adaptasi film ‘tentang dia’ nya Moamar Emka, if i flashback to
that time, gue geli sendiri, setelah gue menandaskan buku itu, gue mendadak
berubah menjadi bocah puitis yang saking puitisnya, gerombolan semut di tembok
aja gue buat puisi, hahaha. Ternyata gue memang sudah random sejak dahulu kala.
Sejak saat itu, bahkan sampai sekarang cita-cita gue ngga
berubah sama sekali, gue mau jadi sutradara dari film yang gue tulis sendiri
skenarionya, gue isi original soundtracknya dan sekalian gue ikut ambil peran.
Kemaruk? Lalu? #ngomongpakegayaranggaAADC# masalah? Selama hasil yang kita
kerjakan berkualitas dan tidak mengganggu dan merebut rejeki orang lain, kenapa
ngga? As we know, we have Raditya Dika, dia nulis skenario dan nyutradarain
juga meranin, kurangnya Dika sunbaenim *seniorinkorean* ngga isi OST, jadi kalo
suatu saat nanti gue bisa kabulkan semua cita-cita gue itu tanpa kecuali, gue
bisa lebih keren dari dia #disemborkalduayampanas#
Kapan? Gatau, i’m still working for it, nunggu waktu yang
tepat yang dikasih allah, setidaknya gue sudah meyakinkan pada diri gue sendiri
gue that i won’t giving up to what i want. Gue mau merdeka, gue mau bisa bebas
melakukan apa pun dan menjalani hidup seperti yang gue mau, namun untuk saat
ini kenapa ngga kita nikmatin aja prosesnya? Semua memiliki proses, bahkan emak
lu aja bisa mendatangkan lu ke dunia ini melalui banyak sekali tahapan, dari
Kimochi ikehikeh hingga teriakan menggema sampai mungkin saja cicak yang lagi
kimochi di atap kamar bersalin jadi *kentang = kena tanggung. Dan sekarang, lu
bisa bebas berlari, bernafas tanpa dilarang, berbicara hingga kadang suka lupa
diri, semua akan indah pada waktunya, klise memang tapi memang itulah hukumnya.
Baru aja gue baca sebuah artikel, eh lebih tepatnya
postingan Bang Amarzing, yang membahas tentang kegalauan di usia 20an. Dan
postingan itu seakan menjadi cambuk yang mencambuk gue dengan keras, hingga
membekas, gila kan? Gue bahkan lebih keren dari Betharia Sonata yang pipinya
ditandai gambar merah di pipi bekas gambar tangan seseorang. Lah gue, dicambuk
man DI CAM BUK mirip kena hukum rajam.
Belakangan ini, gue terlalu disibukkan dengan rencana masa depan yang bahkan
kadang membuat gue lupa untuk menikmati hidup gue saat ini, merencanakan masa
depan memang perlu, tapi menikmati hidup itu WAJIB, dengan catatan : jangan
terlalu berlebihan dan banyak gaya.
Gue terlalu sibuk menghitung-hitung uang yang bahkan belum
ada di tangan untuk rencana buka usaha, ya memang gak ada salahnya sih, tapi
dalam kasus gue ini udah mulai agak gak bener, gue terlalu perhitungan bahkan
semua pengeluaran gue catat, apa aja yang gue makan hari ini, gue pake duit gue
buat apa aja, bahkan kurang goceng aja gue menyesal, bahkan gue sampe ngirit
banget. Lalu, gue tersadar, this isn’t right, ini salah semua salah. Gue harus
mulai merubah pola pikir gue, untuk bisa menikmati masa depan memanglah penuh
perencanaan, tapi bukan berarti kita lupa bahwa kita hidup di masa ini, in this
present, dan masa depan yang selama ini selalu diperhitungkan bisa saja
bukanlah rejeki kita, bisa saja besok atau lusa kita malah dipanggil oleh yang
maha kuasa.
Belakangan ini juga, karena semua hal itu, gue jadi stress.
Gue salah, SALAH.
Kenalkan Mingue, nama Netbook terbaru gue pengganti Lucky.
Kenapa Mingue bukan Mahmud, Marmut atau Matroji? Jawabannya adalah, beberapa
hari yang lalu saat sedang berselancar di Youtube tanpa sengaja gue menemukan
video sebuah acara Korea, yang disadur MNC TV, yaitu I CAN SEE YOUR VOICE, ada
salah satu peserta yang bikin gue seneng dia nyanyiin lagu 10 reasons to love
you nya Lee Seok Hoon, dan tanpa pikir panjang gue namain aja netbook ini,
Mingue. Semoga nama yang akan membawa berkah aamiin.
Semoga saja, semua akan berjalan baik-baik. Starting from
now, gue akan mencoba membagi semua kisah dan keluh kesah gue, bukan bermaksud
lebay dan terkesan lemah dengan menjual cerita gini sih, hanya saja gue tau
kalo sekarang sudah banyak orang pintar yang bisa membedakan mana hal yang
benar dan salah, juga mana hal yang patut dicontoh dan mana yang tidak.
HOOOBBAAAAH HOOOOBAAAH, mari kita rayakan pembukaan blog ini
dengan senyum ceria seceria lu bisa tanpa sengaja tabrakan dengan Nam Joo Hyuk,
dan ga sengaja ciuman mirip Kotoko dan Naoki di Itazurana Kiss, tapiiiiii,
kalau mau hal itu terjadi setidaknya tinggi badan lu harus 180cm, kenapa?
Karena, tinggi badan dia 185 #CMIIW#
![]() |
| DAPET SALAM NIH, DARI ABS NYA JOO HYUK, HASEMELEH HASEMELEH... |


0 komentar:
Posting Komentar